placeholder

your best pick for something trivial


  • Tentang Menangisi (Kematian)

    Sampai sekarang aku masih kurang paham mengapa menangis menjadi sesuatu yang sangat memalukan untuk dilakukan oleh orang dewasa, terutama laki-laki. Seolah seiring bertambahnya usia seseorang, kelenjar air mata yang dimilikinya akan mengering dan tak lagi berfungsi. Padahal, tidak demikian, kan? Berbeda dengan gigi susu yang tanggal digantikan oleh gigi tetap ketika kita beranjak dewasa, kelenjar… Continue reading

  • Tentang Mengakui (Menjadi Asertif)

    Sebenarnya lucu juga, sih, ketika banyak orang mengenalku sebagai pribadi yang asertif, padahal mengomunikasikan apa yang sedang kupikirkan, atau kurasakan, sebenarnya menjadi salah satu masalah yang paling serius serta harus segera kuatasi. Mungkin, berbeda dengan emosi, menjadi asertif untuk hal-hal tertentu merupakan sesuatu yang mudah untuk kulakukan. Misalnya saja menyampaikan gagasan tertentu yang dapat mempermudah… Continue reading

  • Tentang Mematuhi (Kompromi)

    Terkait kepatuhan, aku sebenarnya memiliki dualitas yang cukup membingungkan. Jika ditanya, sebagian orang yang mengenalku mungkin akan menyebutkan bahwa aku memiliki tingkat kepatuhan yang sangat baik. Mereka yang menjawab demikian, besar kemungkinan mengenalku sebagai pribadi yang sangat tegas dengan struktur serta hierarki; alur ketika mengajukan keluhan kepada rekan kerja di tim yang berbeda, misalnya saja;… Continue reading

  • Tentang Menunda (Kematian)

    Pernah dengar, tidak, sih, kalau zaman dulu, kabarnya, manusia bisa hidup hingga ratusan atau bahkan ribuan tahun. Entah, ya. Saat aku kecil, teori-teori semacam ini sering sekali kudengar; tentang manusia yang berumur panjang, berbadan besar, dan sepenuhnya berbeda dengan manusia yang sekarang bisa kita lihat sendiri. Seingatku, saat kecil, aku benar-benar percaya bahwa manusia di… Continue reading

  • Tentang Menamai (Pola)

    Jujur, aku termasuk orang yang kesulitan dengan wajah dan nama. Kurang tahu, ya. Mungkin karena kepalaku terkadang terlalu penuh, jadi sulit untuk mencocokkan antara wajah dengan nama; bahkan untuk orang-orang terdekat yang berinteraksi setiap hari denganku. Sering kali, saat ingin memanggil seseorang, nama yang ingin kupanggil tertukar dengan nama lainnya. Biasanya, aku hanya mengingat satu… Continue reading

  • Tentang Mengoleksi (Kefanaan)

    Kalian punya, tidak, sih, sesuatu yang memang sengaja kalian koleksi? Entah kenapa, mengoleksi sesuatu itu menurutku sesuatu yang sangat lumrah, sesuatu yang pasti dilakukan oleh semua orang, setidaknya sekali dalam hidup mereka. Aku sendiri punya beberapa koleksi yang (menurutku) cukup menarik, mulai dari koleksi mainan gratis menu anak-anak dari gerai waralaba tertentu (Hokben dan Yoshinoya… Continue reading

  • Tentang Mencintai (Tragedi)

    Kurang tahu juga kenapa akhir-akhir ini ada cukup banyak orang yang mengetwit tentang Orpheus. Aku, sih, curiga karena season kedua The Sandman baru saja rilis di Netflix, tapi mungkin bisa jadi juga karena sebab lain, entahlah. Bagi yang belum familier dengan Orpheus (atau The Sandman), epos ini (aku menganggapnya sebagai epos karena mulai sekarang Orpheus… Continue reading

  • Tentang Menghantam (Rock Bottom)

    Oh, non. Dari blog yang terbit posting baru tiap hari, sekarang posting baru di blog ini munculnya sebulan sekali. Sedih sekali rasanya (hanya jika dirasakan saja, sih, kalau dilalui seperti hari-hari yang lain …, ya hari toh akan tetap berlalu). Anyway, kalau misalkan ada yang mengira bahwa intensitas posting di blog ini menurun karena aku… Continue reading

  • Tentang Mengarahkan (Kebencian)

    Dari beberapa posting sebelumnya, sebenarnya memang bukan rahasia lagi kalau aku memiliki kendala yang cukup besar dalam mengekspresikan emosiku. Jangankan mengekspresikan, terkadang mencoba mengenali emosi apa yang tengah kurasakan pun butuh perjuangan yang cukup melelahkan. Pun demikian, rasa benci, atau mungkin digust, kurasa termasuk emosi yang paling mudah kuekspresikan, terkadang bahkan tanpa aku sungguh-sungguh berniat… Continue reading

  • Popcorner: Eternal Sunshine (2024)

    Diversifikasi konten, gays. Mengikuti saran Kak Daniel, tidak ada salahnya juga untuk memanfaatkan hal-hal yang cukup umum dan tidak personal untuk menyampaikan sesuatu secara personal. Nah, popcorner ini sendiri sebenarnya program yang kubuat saat mengelola blog yang dimiliki oleh kantor lama. Pada dasarnya, kontennya mengulas produk-produk budaya populer seperti film, musik, dan semacamnya, kemudian mencoba… Continue reading